Kagama Pekanbaru Gelar Halalbihalal, Hadirkan Diskusi Hidup Sehat Jiwa Raga

Kagama Pekanbaru Gelar Halalbihalal, Hadirkan Diskusi Hidup Sehat Jiwa Raga

RAKYAT RIAU - Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Pekanbaru menggelar acara Halalbihalal bagi para anggotanya dan alumni Universitas Gajah Mada, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Omah Joglo Kec Marpoyan Damai, Pekanbaru itu diiikuti sekitar 90 alumni lintas angkatan dan fakultas yang berdomisili di Riau.

Acara dibuka langsung oleh Ketua Kagama Pekanbaru, Prof Dr Junaidi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya halalbihalal sebagai momentum mempererat silaturahmi, saling mengenal sesama alumni UGM, sekaligus memperkuat kontribusi alumni bagi masyarakat.

"Kegiatan ini tidak hanya bagi pengurus yang ada di Pekanbaru, tapi juga dihadiri alumni UGM dari berbagai kabupaten/kota di Riau. Kami telah koordinasi dengan pengurus Kagama Riau, dan sangat mendukung, pengurus Riau juga hadir. ?Tema Hidup Sehat Jiwa dan Raga sejalan dengan perkembangan aktivitas kehidupan masyarakat saat ini. Banyak kita lihat usia anak anak, usia muda telah sakit. Kita ingin sharing session ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu hidup sehat. Kagama harus jadi ruang kolaborasi yang memberi manfaat nyata untuk masyarakat, bukan sekadar temu kangen," ujarnya.

Halalbihalal kali ini dikemas berbeda dengan menghadirkan diskusi kesehatan bertema "Hidup Sehat Jiwa Raga". Panitia menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya. Yaitu dr Hasriza Eka Putra MSi, SpA., dokter spesialis anak, dan Dr Lisya Khairi, Dekan Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang merupakan alumni UGM. 
 

Dalam paparannya, dr Hasriza Eka Putra MSi SpA. membahas pentingnya gizi seimbang, asupan makan, konsumsi air putih, menghindari rokok, menghindari makanan berlemak.

"Kalau lemak jahat banyak dalam tubuh akan menyebabkan mengiris pembuluh darah. Lemak masuk menyelinap dan zat zat tubuh, akibatnya tersumbatnya pembuluh darah. bisa menyebabkan gagal ginjal, jantung koroner dll. Jadi lemak dalam tubuh harus dikurangi. Tidur yang cukup, rajin olahraga, dan harus istirahat yang berkualitas itu penting bagi tubuh," ujar dr Hasriza Eka Putra.

Sementara itu, Dr Lisya Chairani menyoroti sisi kesehatan stres pada seseorang.  Ia memaparkan strategi menjaga keseimbangan jiwa raga di tengah tekanan kerja dan dinamika sosial. 

"Ternyata memaafkan adalah salah satu skill yang harus dilatih pada rentang usia 20 tahunan. Dalam sebuah riset dengan 400 lebih responden rentang usia 20-25 banyak anak anak tidak memiliki keterampilan memaafkan. Orang tidak memiliki keterampilan memaafkan akan lebih stres, mudah marah dan alami tekanan. Anak-anak sekarang inginnya instan. pengaruh HP internet juga menjadi pemicu anak anak sekarang cepat instan. Saya mendorong keterampilan pemaafan harus kita sampaikan, dilatih ke anak anak generasi kita," ujarnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, makan bersama, pembagian doorprize dan foto bersama.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index