Luar Biasa, 18 Siswa MAN 1 Pekanbaru Lolos di Kampus Al Azhar

Luar Biasa, 18 Siswa MAN 1 Pekanbaru Lolos di Kampus Al Azhar

RAKYAT RIAU - Pekanbaru – lagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru menunjukkan konsistensi dalam menjalankan program. Sebanyak 18 orang murid Program Timur Tengah berhasil lolos melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, salah satu kampus Islam paling prestisius di dunia yang berlokasi di Kairo, Mesir. 19/04/2026.

Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi hasil dari proses panjang yang menuntut kedisiplinan tinggi, konsistensi belajar, serta pembinaan intensif dari madrasah.

Adapun 18 murid MAN 1 Pekanbaru yang berhasil lolos ke Universitas Al-Azhar adalah Haskim Abdillah, Fikri Ihsan Ritonga, Mustharriev Fahada, Muhammad Wildan Hidayah, Ahmad Askarizzaman, M. Zhafir, Muhammad Andria Rahman, N, Az Zahra, Imra Rifqi Dharmana, Atiqah Syakir Adliani, M. Farel Yuskan, M. Lucky Azmi Rafsanjanie, Rakha Fahri Nugraha, Muhammad Rasyid Muntashir, Muhammad Adzka Ghifari, Mhd. Fathan Wildana Amany, Noraiman Putra, dan Ikhwan Fahri.

Kepala MAN 1 Pekanbaru Norerlinda, M.Pd,. menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari sinergi antara murid, guru, dan orang tua dalam membangun budaya akademik yang kuat.

“Lolos ke Al-Azhar bukan perkara mudah. Dibutuhkan kesiapan bahasa, mental, dan keilmuan. Ini menunjukkan bahwa murid yang tergabung di Program Timur Tengah mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.

Salah satu murid yang berhasil lolos, Haskim Abdillah, membagikan pengalamannya selama menjalani proses hingga akhirnya diterima di Universitas Al-Azhar. Ia menegaskan bahwa kunci utama keberhasilannya adalah konsistensi dalam belajar dan manajemen waktu yang disiplin.

“Saya tidak merasa lebih pintar dari yang lain, tapi saya berusaha lebih konsisten. Setiap hari saya meluangkan waktu khusus untuk murojaah hafalan, memperdalam bahasa Arab, dan membaca kitab. Itu saya lakukan terus, walaupun sedikit,” ungkap Haskim.

Dalam kesehariannya, Haskim menerapkan pola belajar yang terstruktur. Ia memulai hari dengan kegiatan ibadah dan murojaah Al-Qur’an sebelum berangkat ke madrasah. Setelah mengikuti pembelajaran di kelas, ia kembali melanjutkan belajar mandiri, khususnya pada materi bahasa Arab seperti nahwu dan sharaf, serta latihan soal-soal seleksi Timur Tengah.

Tidak hanya fokus pada akademik, Haskim juga aktif berdiskusi dengan teman dan guru untuk memperdalam pemahaman materi. Ia menilai bahwa lingkungan belajar yang suportif di MAN 1 Pekanbaru menjadi faktor penting dalam keberhasilannya.

“Ada momen jenuh dan capek, pasti. Tapi saya ingat tujuan awal. Saya ingin belajar di Al-Azhar. Jadi saya paksa diri untuk tetap jalan, walaupun pelan,” tambahnya.

Prestasi ini mempertegas bahwa keberhasilan bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga soal ketekunan dan konsistensi. Apa yang dilakukan Haskim mencerminkan pola yang sama pada murid lain yang lolos belajar rutin, disiplin waktu, dan tidak mudah menyerah.

Hal ini juga dipertegas oleh Koordinator Program Timur Tengah Rafiqi Almunawar, M.Pd dan Tim bahwa para murid ini sudah melakukan persiapan yang matang dari proses belajar dari pagi sampai malam hari serta persiapan memperdalam bahasa arab di PUSIBA. 

“Semua proses persiapan diikuti dan dilewati para murid agar bias lolos ke Perguruan Tinggi yang berada di Timur tengah dan tidak ada yang instan, semoa butuh proses yang ketat serta disiplin yang tinggi.” Tegas Beliau

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index