Pekanbaru Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, 70 Persen Wilayah Rawan Banjir

Pekanbaru Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, 70 Persen Wilayah Rawan Banjir
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi. Apalagi saat ini Pekabaru sudah memasuki musim penghujan.

Curah hujan tinggi menjadi faktor utama terjadinya banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Beberapa wilayah tetangga di Provinsi Riau saat ini sudah terjadi bencana banjir, hingga tanah longsor akibat curah hujan tinggi.

"Ini kan memang sudah mulai musim hujan, jadi resiko terkait bencana hidrometeorologi ini seperti banjir cukup mengancam," kata Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, Rabu (26/11).

Menurutnya, pemerintah kota sudah jauh lebih dulu melakukan kesiapsiagaan. Sarana dan prasarana sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi bencana yang terjadi.

Pemko Pekanbaru juga meningkatkan respon cepat, terhadap pengaduan masyarakat yang masuk terkait bencana. 

Mereka memperkuat koordinasi dari pemerintah tingkat paling bawah, yakni RT/RW untuk mengantisipasi resiko bencana maupun memberikan pertolongan pertama terhadap masyarakat.

Ia menjelaskan, dari pemetaan yang dilakukan BPBD diketahui 70 persen wilayah di Kota Pekanbaru rawan banjir. Hal ini disebabkan daya serap air rendah, karena merupakan tanah gambut.

"70 persen daerah kita ini rawan banjir, karena kondisi topografi dan kondisi daya dukung lahannya. Daya serapnya lambat karena daerah rawa," jelasnya.

Guna mengantisipasi banjir di wilayah rawan, Markarius mengaku pemerintah kota sudah mulai melakukan intervensi dengan upaya normalisasi drainase. Mereka menghidupkan kembali saluran-saluran yang alami sumbatan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index