LPJK Provinsi Riau dan Balai PTK - Kementerian PUPR Taja Workshop PKB Bidang K3 Konstruksi


Pekanbaru (Rakyat Riau) - Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Riau bekerjasama dengan Balai Pengambangan Teknologi Konstruksi (PTK) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) konstruksi sekaligus memperingati hari ulang tahun LPJK Ke-19 bertempat di the Premiere Hotel, Selasa (14/8/18).

Workshop sehari tersebut membahas tentang, Kebijakan K3 di Indonesia, Peraturan Lembaga (Perlem LPJK Nasional) Nomor 7 Tahun 2017, PKB Online, Lifting Study, Identifikasi Resiko K3. Inplementasi K3 pada proyek berskala besar dan percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi melalui SIBIMA konstruksi serta penggunaan sistim informasi SIBIMA Konstruksi.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Balai PTK - Kementrian PUPR Cakra Nagara, SE, MEIE, MSc.IE, Phd, Ketua LPJK Nasional diwakili Murniati Pasaribu sekaligus sebagai narasumber, wakil Ketua I LPJK Provinsi Riau Ir. H. Alfiandri, IAI (narasumber)
dan diikuti oleh seluruh anggota asosiasi profesi dan badan usaha jasa konstruksi di Provinsi Riau .

Kepala Balai PTK - Kementerian PUPR Cakra Nagara SE ME , dalam sambutannya mengatakan ada tiga isu penting yang diangkat dalam workshop ini diantaranya penyebarluasan informasi tentang PPKB konstruksi dan penerepannya di Indonesia, isu tentang K3 bidang konstruksi, dan Sinergi dan kolaborasi LPJK Nasional dan LPJKP

"Saya berharap hal dapat dimaksimalkan dengan baik sehingga dapat meningkatkan profesionalisme jasa konstruksi," katanya.

Ketua LPJK Provinsi Riau H. Aswandi, SE ketika membuka worshop tersebut mengatakan kebijakan pemerintah terkait pembangunan infrastruktur ditujukan untuk peningkatan perkembangan sosial dan ekonomi bangsa. Kebijakan ini tentu harus menjadi perhatian kita semua selaku masyarakat jasa konstruksi.

"Dalam pembangunan infrastruktur peran SDM, terutama tenaga kerja konstruksi menjadi sangat penting
karena proses pembangunan, penggunaan dan pemeliharaan infrastruktur haruslah sesuai dengan standar mutu sehingga infrastruktur tersebut dapat berfungsi dengan baik dan mampu memberikan kepuasan bagi pengguna jasa," katanya.

Dikatakannya, pembangunan infrastruktur seringkali mengabaikan prinsip keberlanjutan sehingga akan menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.

"Untuk itu kita harus menegakan kesadaran untuk melakukan pembangunan berkelanjutan. Setiap tahap pembangunan infrastruktur harus mempertimbangkan lingkungan sebagai asset terbesar, sehingga keseimbangan alam tetap terjaga," harapnya.

Pada pembukaan workshop tersebut juga dilaksanakan pemotongan kue ulang tahun LPJK Ke-19 oleh Ketua LPJK Provinsi Riau Aswandi dan disaksikan Pengurus LPJK Nasional dan Pengurus LPJK Provinsi Riau dan penyerahan dua Setifikat Lisensi yakni Unit Sertifikasi Badan Usaha (USBU) LPJK Provinsi Riau dan Unit Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (USTK) LPJK Provinsi Riau dari LPJK Nasional yang diserahkan oleh Ketua LPJK Nasional diwakili Murniati Pasaribu kepada Ketua LPJK Provinsi Riau Aswandi SE. (az)

Berita Terkait
Olahraga
Peristiwa