Indeks Tendensi Konsumen Riau Meningkat dari Triwulan I

PEKANBARU (Rakyatriau.com ) - Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Provinsi Riau pada Triwulan II-2018 sebesar 117,18, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibandingkan dengan kondisi triwulan sebelumnya (98,16). Dengan demikian tingkat ekonomi konsumen masyarakat Riau optimis pada triwulan ini

"Kondisi ekonomi dan optimisme konsumen triwulan II-2018 diperkirakan disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (nilai indeks sebesar 120,46), meningkatnya volume konsumsi rumah tangga (nilai indeks sebesar 119,00) dan pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi (nilai indeks sebesar 112,90)," jelas Kepala BPS Riau Ir Aden Gultom, Senin (6/8/2018) kemarin dikantornya.

Dikatakan, komponen tingkat konsumsi rumah tangga cenderung optimis baik pada komoditas kelompok makanan (130,19) maupun komoditas nonmakanan (115,81). Peningkatan konsumsi makanan terjadi pada komoditas bahan makanan sebesar 128,02 dan komoditas makanan jadi di restoran/rumah makan (132,36). Tingkat konsumsi nonmakanan juga cenderung optimis pada triwulan ini.

Optimisme indeks ini disebabkan oleh optimisme seluruh komoditas pembentuknya seperti pakaian (138,42), pembelian pulsa (130,91), konsumsi untuk transportasi (116,94), konsumsi untuk hiburan/rekreasi (114,98), pendidikan (105,39), akomodasi (102,39), dan perawatan kesehatan/kecantikan (101,62).

Untuk kondisi ekonomi di Pulau Sumatera pada Triwulan II-2018 disampaikan Aden relatif baik dalam pandangan konsumen, hal ini ditunjukkan oleh nilai ITK yang optimis di sepuluh provinsi.

Persepsi konsumen terhadap perekonomian Riau Triwulan II-2018 optimis, namun tidak sebaik kondisi ekonomi nasional (125,43). Jika dilihat secara spasial Pulau Sumatera, Provinsi Bangka Belitung merupakan provinsi paling optimis dibanding provinsi-provinsi lainnya, dengan nilai indeks sebesar 126,89 dan lebih tinggi dibanding ITK Nasional.

"Sementara Provinsi Riau merupakan provinsi dengan tingkat optimismenya terhadap kondisi ekonomi paling rendah di Pulau Sumatera dengan tingkat optimisme sebesar 117,18,"paparnya.

Sementara pada triwulan III-2018, diperkirakan akan terjadi penurunan ITK, menurunnya kondisi ekonomi konsumen pada tirwulan III terjadi hampir di seluruh provinsi di Sumatera. Terdapat tiga provinsi di Sumatera yang memiliki nilai indeks diatas nasional yaitu Bengkulu (nilai ITK 100,50), Aceh (nilai ITK 98,32), dan Sumatera Selatan (nilai ITK 97,55).

"Sedangkan tiga provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK triwulan III-2018 terendah adalah Jambi (nilai ITK 91,02), Sumatera Barat (nilai ITK 92,01), dan Kepulauan Bangka Belitung (nilai ITK sebesar 92,98)," tutupnya. (nik)

Berita Terkait
Olahraga
Peristiwa