Tagana Hadiri Rapat Persiapan Lonching Panggilan Darurat 112


Pekanbaru (Rakyat Riau) - Pengurus Forum Koordinasi (FK) Tagana Kota Pekanbaru dan FK Tagana Provinsi Riau, Rabu (1/8/2018) ikut menghadiri rapat persiapan Launching dan Implementasi Layanan Panggilan Kedaruratan Call Center 112 betempat di Kantor Kemkominfo Kota Pekanbaru.
Layanan call center 112 adalah layanan pengaduan bebas vulsa atau tak berbayar yang terkoneksi langsung dengan seluruh pihak yang terkait dalam penanggulangan kebencanaan di Kota Pekanbaru.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Pekanbaru DR Firdaus ST MT, itu, turut hadir utusan Kemkominfo Pusat, Kadis Kominfo Kota Pekanbaru, Asisten II Sekdako Pekanbaru Basarnas, Kepala BPBD, Kadis Sosial Kota Pekanbaru Hj Chairani, S.STP M.Si pengurus FK TAGANA Kita dan Provinsi Riau, Dinas Perhubungan, pihak PT Jasnita sebagai penyedia jasa dan undangan lainnya.

Menurut Walikota, Pemerintah Kota Pekanbaru sudah 2 tahun mengajuan untuk menggunakan layanan panggilan darurat call center 112 . Hal ini bertujuan untuk mendukung Pekanbaru sebagai Kota Smart City Madani

Tujuan call center 112 ini adalah untuk mengurangi resiko bencana dan korban bencana. Layanan call center 112 adalah layanan pengaduan bebas vulsa atau tak berbayar yang terkoneksi langsung dengan seluruh pihak yang terkait dalam penanggulangan kebencanaan di Kota Pekanbaru. Antara lain, BPBD, Damkar, PLN, Basarnas, Kepolisian, Medis , Dihub, Tagana dari Dinas Sosial, dan pihak terkait lainnya.

Dengan layanan darurat 112, mayarakat dapat melaporkan segala kejadian kebencanaan dan kemudian operator langsung menghubungi pihak tekait atau tim untuk melakukan tindakan penanganan atau penanghilangan. Jadi tidak lagi seperti selama ini yang mana pihak kepolisian dengan panggilan darurat atau Call center 110. Damkar 113, Medis 119 dan seterusnya.

Layanan no panggilan darurat 112 yang akan diterapkan di Kota Pekanbaru ini adalah merupakan konsep pengadaan aplikasi no panggilan darurat secara mandiri yang telah diterapkan di delapan kota di Indonesia, artinya pengadaannya dilakukan oleh pemerintah kota sendiri atau tidak oleh pemerintah pusat. Namun untuk tahun ini PT Jasnita akan menerapkan dengan pola CSR, artinya Pemerintah Kota Pekanbaru hanya mempersiapkan personil dan perangkat yang dibutuhkan.

Dalam rapat tersebut bebagai tanggapan dan masukan disampaikan oleh peserta untuk persiapan lonching layanan darurat 112 yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat ini, pada umum peserta siap mendukung program ini, ada juga yang menyarankan dibentuk tim. Dan untuk memudahkan tim eksekutor dilapangan perly didukung oleh peralatan yang lengkap dan memadai agar kerja tim bisa maksumal. ( az)

Berita Terkait
Olahraga
Peristiwa