Cadangan Migas Riau Masih 70 Persen, Riau Jangan Mau Dibodohi

PEKANBARU (rakyatriau.com) - Anggota DPRD Riau Asri Auzar mengungkapkan, berdasarkan informasi dari ahli migas dan ahli geologi provinsi Riau cadangan minyak di Riau masih sekitar 70 persen.

Untuk itu, masyarakat Riau diminta jangan mau dibodohi jika ada sumber yang menyatakan sumber minyak di Riau sudah hampir habis.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Riau Asri Auzar usai melakukan rapat dengar pendapat (rdp) dengan ahli migas dan ahli geologi Riau, Kamis (26/7).

Politisi Demokrat ini menjelaskan, rapat dengar pendapat sengaja digelar dengan mengundang ahli tim perminyakan Riau.

"Yang kita tahu selama ini kan kita dibodoh-bodohi tentang minyak Riau akan habis tidak ada peluang lagi. Ternyata, setelah kita mengundang mereka minya Riau kita masih ada sekitar 70 persen terkandung di alam Riau. Artinya apa, ini bisa kita gunakan untuk membangun Riau," ungkap Asri kepada wartawan.

Politisi Asal Rohil ini menjelaskan, permasalahan migas lainnya di Riau, da blok-blok minyak di Riau yang diperpanjang kontraknya tapi kita tidak tahu dan Bupati juga tidak tahu. Blok minyak tersebut ada di Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti, West Kampar dan Siak.

"Sebenarnya itu harus diketahui daerah, blok-blok itu kan dikuasai perusahaan perseroan Terbatas," terang Asri.

Apalagi, kata dia, dana Rp8 triliun yang seharusnya menjadi milik pemerintah daerah Riau sesuai Keputusan Menteri ESDM atau kompensasi migas (PI).

"Jadi, berdasarkan keputusan ESDM ada sekitar Rp8 triliun uang daerah yang belum diambil PI 10 persen," ujar Asri.

Untuk mengambil dnaa Rp8 triliun rupiah milik Riau tersebut harus disalurkan melalui BUMD. "Namun, idak ada satupun bumd di Riau yang mengambil PI 10 persen tersebut. Jadi, Insya Allâh di dari DPRD Riau akan mempercepatnya dengan mempersiapkan perda tentang badan migas Riau ini untuk merebut kembali hal semacam ini," pungkas Asri.(rud)

Berita Terkait
Olahraga
Peristiwa